|

Setiap
orang maupun perusahaan dalam setiap aktivitasnya membutuhkan produk-produk
dari pihak lain agar produk yang dihasilkannya dapat berkesinambungan.
Dalam melakukan pembelian suatu produk haruslah mengenal mutu dari produk
tersebut, pemasok dan sebagainya sehingga tidak mengalami kerugian-kerugian
yang akan mungkin dialami oleh karena itu bidang pengadaan sebagai garis
depan dalam pengadaan bahan/barang maupun jasa yang diperlukan oleh
bidang lain haruslah berupaya agar dapat meminimalkan kerugian-kerugian
yang mungkin terjadi.
Ada
6 (enam) hal/unsur yang haruslah diperhatikan dalam menganalisa suatu
permintaan pengadaan bahan/barang atau jasa yaitu :
- Tepat guna
:
Dalam arti bahan/barang tersebut merupakan barang/bahan yang digunakan
untuk menunjang ketepatan proses produksi
- Tepat kualitas
:
Bahan/barang yang dipilih haruslah dengan kualitas riel yang diperlukan
untuk proses produksi
- Tepat kuantintas
:
Jumlah yang dibutuhkan agar sedapat mungkun untuk diminimimalkan agar
tidak terjadi pemborosan serta penumpukan bahan/barang di Gudang (idle
money).
- Tepat waktu
:
Menekankan kepada pihak pemasok bahwa bahan/barang yang dipesan tepat
pada waktunya sehingga memaksimalkan penggunakan bahan/barang tersebut
oleh yang membutuhkannya.
- Tepat persyaratan
:
Dalam pemilihan pemasok haruslah mempertimbangkan persyaratan-persyaratan
yang sudah digariskan oleh pemerintah sehingga diperoleh supplier
yang benar-benar bonavide sehingga terhindar dari untus penelantaran
konsumen.
- Tepat harga
:
Dalam pemilihan pemenang suatu proses tender haruslah memperhatikan
ketepatan harga terhadap bahan/barang tersebut. Sedapat mungkin untuk
mendapatkan harga dan biaya yang serendah-rendahnya namun harus diingat
bahwa hal ini merupakan pertimbangan terakhir dalam menentukan pemilihan
pemasok.
Dari semua unsur
diatas tujuannya adalah
- Mencegah terjadinya
idle money baik berupa cash atau berupa barang/bahan
- Kehilangan bunga
karena perbedaan antara waktu pembayaran dan panggunaan (lama digudang)
- Waste of money
yaitu kehilangan uang tanpa guna, dan kurang memanfaatkan harga rendah
di pasaran karena pertimbangan-pertimbangan yang tidak semestinya.
|